Aku Dan Diriku
“Matilah engkau, ledakan sekencang mungkin, tekan dan nikmati rasanya”
Aku duduk di sofa yang sudah tidak empuk lagi, bersama diriku Arkasa, keras kepala selalu memukul, menusuk tanpa bekas luka, tak berwujud hanya aku yang bisa merasakan keberadaan nya, tak punya suara, tapi sangat keras, berisik tapi orang lain tidak mendengar.
Aku Max dan dunia gelap yang kulihat hanya hitam tanpa noda, terkurung diam bagai ayam yang hanya diam di sangkar, makan, bertelur lalu dipenggal menjadi hidangan dengan saus kecap manis. Menyedihkan, setiap hewan sudah tau akan kepergian nya, dipenggal, dipukul, atau disetrum, dan berakhir menjadi santapan. Aku duduk di sofa favorite ku walaupun sudah tidak empuk lagi tapi aku masih bisa menikmati kenikmatan ini sebelum Arkasa datang kedalam hidup ku.
19 Tahun yang lalu aku datang ke dunia ini dengan kebahagian dan keindahan, 15 tahun aku hidup dengan kebahagian ini, dan sofa yang dulu empuk itu. Aku terjatuh kedalam jurang sedalam 5000Km dalam nya, yang kulihat hanya hitam tanpa noda, aku memanggil kebahagian, “Hey kamu dimana? Tolong aku” Pisau yang menancap tepat di dada sebelah kanan ku berteriak kesakitan, di dalam nya ada kebahagian yang di koyak oleh tajam nya mata pisau, hancur tak bernapas, sungguh engkau benar-benar meninggalkan ku.
Di dalam kegelapan terdengar suara yang memanggil-manggil namaku, akhir nya ada yang menolongku. Suara ini terdengar semangkin dekat dan makin dekat tak ada wujud yang terlihat, aku bertanya “siapa nama mu”, tak ada suara. Baiklah aku beri kau nama “Arkasa”. Di kejauhan aku melihat sofa favorite ku, di atas sofa terdapat 1 revolver dengan peluru kaliber 22, lalu Arkasa berbicara “Matilah engkau, ledakan sekencang mungkin, tekan dan nikmati rasanya” aku tekan pelatuk nya dengan perlahan dan DORR!!!. Aku terjatuh dari kasur yang tidak empuk bersama suster yang memberikan ku obat depram.
Bersambung....
"Nikmati kebahagianmu sebelum kehilangan"