Mah, Pah, kenapa aku terlahir Miskin

17 Januari 2026 Attar
Meja tulis dengan buku, pena, dan secarik kertas puisi - suasana senja

“Pah, aku gak punya buku tulis, kapan papah membelikan untukku?”

“Tanya mamah mu sana! Papah mau pergi”

“Mah, aku gak punya buku tulis, kapan mamah membelikan untukku?”

“Nanti ya nak… Tunggu mamah punya uang dulu”

Di sekolah aku selalu melihat teman sebaya ku punya banyak sekali buku tulis, mereka punya satu buku tulis pelajaran matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris, dan pkn, sedangkan aku hanya punya satu buku tulis bekas yang ku dapat dari pemberian tetangga, semua pelajaran ku tulis hanya di satu buku saja. Terkadang aku sangat ingin sekali merasakan kehidupan enak mereka, membayangkan enak nya makan bersama di mall sambil bercerita keluh kesah ku di sekolah, enak nya dingin ac dan aroma mobil keluarga, dan punya rumah besar bagus tanpa atap yang bocor.

Saat sebelum aku menutupkan mata untuk mempersiapkan hari esok, aku selalu berdoa ketika bangun dan membuka mata, aku terbangun di kasur empuk dan dingin ac 24 derajat, lalu aku pergi ke tempat makan dan Mamah mempersiapkan sarapan pagi dengan roti dan selai kacang, Papah yang sudah siap pergi meeting dengan jas, dasi merah, dan arloji nya, dan aku mandi dengan shower dan sabun wangi lavender, berangkat sekolah di antar supir menggunakan mobil, pulang sekolah mampir ke mall makan-makanan mahal dan beli barang yang ku mau tanpa perlu lihat harga.

Tapi saat terbangun dari tidur, kehidupan ku tetap sama saja, kasur penuh jamur dan lantai basah karna bocor, sarapan nasi dan tempe kadang ikan asin dengan sambal. Papah yang terbangun dengan badan yang sedikit celeng karna sisa pesta mabuk semalam dengan teman sebaya. Ketika aku, Mamah dan Papah sedang berkumpul, aku selalu ingin bertanya “Mah, Pah, kenapa aku terlahir Miskin?” tapi aku harus memendam pertanyaan itu agar tidak menyakiti perasaan mereka.

"Aku belajar diam saat
keinginan harus kalah oleh keadaan."

— Attar
ditulis dalam kegelapan, januari 2026.
Muhamad Fauzan Atarsyah
2026